Inspirasi

Everlasting Business Excellence

Posted On Agustus 11, 2015 at 4:33 am by / No Comments

bisnis-ala-rasul

Dari Aisyah ra, diceritakan: Nabi Muhammad SAW ketika pulang dari gua Hira’ beliau merasa menggigil ketakutan lalu meminta pada istri beliau Khadijah ra, “Selimuti aku! Selimuti aku!” Lantas diselimuti oleh Khadijah ra, hingga hilang rasa takutnya. Setelah dikabarkan semua kejadian yang baru dialami Nabi SAW, kemudian beliau SAW berkata pada Khadijah: “Sesungguhnya aku cemas atas diriku (akan binasa)”. Khadijah ra menegaskan, “Jangan takut! Demi Allah! Tuhan sekali-kali tidak akan membinasakan Anda. Karena Anda selalu menghubungkan silaturahmi, membantu orang yang sengsara, mengusahakan (mengadakan) barang keperluan yang belum ada, memuliakan tamu dan menolong orang yang kesusahan karena menegakkan kebenaran.”  (HR Bukhari)

Sayyidah Khadijah ra The Greatest Business Woman pada zamannya menegaskan, ada lima habit yang selalu dilakukan Muhammad SAW sebelum beliau diangkat menjadi Nabi dan Rasul, termasuk ketika beliau beraktivitas bisnis, dan hal yaitu:

Pertama, Muhammad SAW, selalu menghubungkan tali silaturahmi yaitu menjalin hubungan baik dengan keluarga, sahabat-sahabat termasuk juga patner-patner bisnisnya. Inilah yang dikenal dalam dunia bisnis modern saat ini dengan Business Networking (jaringan bisnis). Dalam dunia bisnis Networking merupakan salah satu faktor kunci kesuksesan para pengusaha saat ini maupun di masa yang akan datang.

Kedua, Muhammad SAW, selalu membantu orang yang sengsara. Inilah yang dikenal dengan istilah Corporate Social Responsibility, di mana semua World Class Company wajib memiliki departemen khusus yang menangani masalah ini untuk menunjukkan kepeduliannya pada masyarakat maupun lingkungan.

Ketiga, Muhammad SAW, selalu mengadakan barang-barang keperluan yang belum ada. Para pengusaha kelas dunia selalu berusaha menemukan kebutuhan yang tersembunyi dari konsumen (finding hidden needs), sehingga menjadi pionir yang berhasil menciptakan produk-produk yang belum ada sebelumnya dan  sangat diperlukan konsumen. Strategi inilah yang saat ini dikenal dengan Blue Ocean Strategy. Dengan strategi ini Akio Morita sang pendiri Sony Corporation mampu melahirkan produk-produk dahsyat seperti: Video, Handycam, Walkman.  Strategi ini pula yang mendorong terjadinya berbagai inovasi kelas dunia sehingga melahirkan produk-produk yang mengguncang dunia seperti Laptop, Microsoft, Internet,   IBM, Microchip Intel, Blackberry, Smartphone, Android dan lain-lain.

Keempat, Muhammad SAW, selalu memuliakan tamu. Dalam buku Marketing 3.0, Hermawan Kertajaya dan Phillips Kotler, menjelaskan bahwa saat ini pelanggan kita bukan hanya sekadar pembeli (not just buyer), akan tetapi pelanggan kita adalah tamu kita yang harus kita hargai, layani dengan penuh empati. Sehingga akan tercipta Customer Delight, karena mereka percaya (trust) dan happy menggunakan produk kita dan tidak ingin beralih ke produk yang lain. Inilah yang saat ini dikenal dengan Customer Intimacy.

Kelima, Muhammad SAW, selalu membantu orang-orang yang kesusahan karena menegakkan kebenaran. Jika mencontoh perilaku Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya, maka seorang pengusaha Muslim seharusnya wajib terlibat aktif dalam dakwah Islam serta membantu orang-orang yang kesusahan karena menegakkan kebenaran (Islam). Hal ini kita lakukan sebagai wujud rasa cinta kita kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Sungguh menakjubkan, strategi bisnis Muhammad SAW yang dilakukan lebih 1400 tahun yang lalu, ternyata menjadi rujukan utama World Class Company hingga saat ini dan tetap berlaku selamanya. Maha Benar Allah SWT dengan segala firman-Nya:

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (TQS Al Ahzab [33] :21)

Jadi selama kita mengikuti perilaku Rasulullah, maka akan menuai kesuksesan selamanya baik di dunia maupun di akhirat. Rasulullah SAW pun mengabarkan kepada kita bahwa nanti akan muncul kembali Al Khilafah yang sesuai dengan manhaj Nabi, maka tidak ada pilihan lain bagi pengusaha Muslim kecuali turut memperjuangkan. Wa-Llahu ‘A’lam.

Penulis: Fahmi Shadry, ( fahmi.shadryfc@gmail.com & twitter @FahmiShadry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *