info@edubuku.com 0882-164-35325
Untung Tanpa ‘Bias Marketing’
29 September, 2015
0

Internet-Marketing-Email-Banner

Marketing (pemasaran) adalah salah satu ujung tombak penjualan barang dan jasa. Setiap usaha memiliki cara dan keunikan tersendiri dalam menjalankan-nya, baik dengan cara konvensional (door to door), menempelkan publikasi, iklan di media cetak atau elektronik, mensponsori atau mengadakan event untuk mengumpulkan masyarakat, dll.

Persaingan usaha yang begitu kuat di era saat ini membuat banyak marketer menggunakan bermacam strategi untuk mendongkrak penjualan. Sayangnya, karena ada “pertarungan” yang kurang sehat antar produk, tidak sedikit para marketer terperangkap menggunakan “bias marketing”. Misalnya pada persaingan promo produk operator seluler, persaingan terfokus pada pemberian biaya murah untuk setiap penggunaan baik sms, telpon maupun internetan melalui telpon seluler. Iklan di berbagai media dihiasi promo yang gencar dari masing-masing perusahaan penyedia jasa ini dengan berbagai macam tawarannya. Jika benar apa yang dipromokan, tentu konsumen akan senang sekali.

Hanya saja iklan yang ditawarkan tidak sepenuhnya ditampilkan atau disampaikan seluruhnya, ada catatan tersendiri yaitu “sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku”. Inilah yang membuat sebagian konsumen merasa tertipu dengan program seperti ini. Dari data pengaduan yang diterima YLKI, pengaduan telekomunikasi selalu berada dalam 5 kelompok pengaduan terbesar. Dari laporan yang dirilis YLKI menyoroti permasalahan konsumen telekomunikasi disebutkan “Para operator berlomba melakukan perang tarif. Melalui iklan yang sangat masif, operator mempro-mosikan tarif yang sangat murah, bahkan berani menyatakan tarif 0,000…1 per detik. Namun berbagai promosi tersebut sangat tricky. Ada syarat dan ketentuan yang hanya dapat dilihat di website operator tersebut.” (www.ylki.or.id). Inilah yang perlu dikritisi, karena berpotensi meng-hilangkan keberkahan. Lho kok bisa?
Islam melarang “bias markerting” seperti yang diterangkan dalam hadits riwayat Hakim bin Hizam: “Dari Nabi SAW beliau bersabda: Penjual dan pembeli memiliki hak pilih selama belum berpisah. Apabila mereka jujur dan mau menerangkan (keadaan barang), mereka akan mendapat berkah dalam jual beli mereka. Dan jika mereka bohong dan menutupi (cacat barang), akan dihapuskan keberkahan jual beli mereka” (Shahih Muslim No. 2825).

“Cacat barang” bisa juga diartikan informasi tentang program promo yang diberlakukan, karena ada saatnya menggunakan produk tersebut dengan mendapatkan biaya yang murah dan kadangkala harus mengeluarkan biaya yang tinggi, atau menyebutkan bahwa sebelum mendapatkan penggunaan biaya yang murah, maka pengguna harus registrasi terlebih dahulu atau mengeluarkan biaya sekian dan sekian terlebih dahulu. Intinya informasi program promo harus benar-benar diketahui oleh konsumen sebelum menggunakan produk kartu seluler atau lainnya.

“Tidak halal seseorang menjual suatu perdagangan, melainkan dia harus menjelaskan ciri perdagangannya itu; dan tidak halal seseorang yang mengetahuinya, melainkan dia harus menjelaskannya.” (Riwayat Hakim dan Baihaqi)

Jadi, agar bisnis kita penuh ‘berkat’ dan berkah, mari kita tinggalkan “bias marketing” dan bersainglah dalam kebaikan marketing, yakni pada sesuatu yang benar-benar bermanfaat lebih baik untuk konsumen.[]

oleh Dicky Zulkarnain, ST, MM dalam mediaumat.com