info@edubuku.com 0882-164-35325
Pentingnya Motivasi dalam Keluarga
30 January, 2016
0

TAKAFUL

Sahabat sekalian, Keluarga adalah tempat kita berteduh dan berlindung, tempat kita mengistirahatkan segala kepenatan yang seharian kita alami di luar rumah. Keluarga juga bisa menjadi faktor pertama yang mempengaruhi kondisi semangat kita. Jika suasana keluarga harmonis dan penuh aura positif maka kita akan semangat memulai aktivitas kita seharian penuh, namun jika keluarga kurang kondusif dan penuh aura negatif, hal ini akan mempengaruhi aktivitas dan kadar semangat kita.

Maka kita jangan menganggap sepele motivasi didalam keluarga. Setiap member atau anggota keluarga berperan penting untuk anggota keluarga lainnya. Artinya, bukan hanya kita saja yang membutuhkan motivasi didalam keluarga tetapi pasangan kita, anak-anak kita juga memerlukan motivasi untuk menjaga kadar semangat. Namun kadang kita melihat disekeliling kita atau bisa jadi tetangga kita sendiri yang keluarganya tidak dihiasi dengan semangat saling memotivasi, malah sebaliknya ada juga yang saling menjatuhkan, dan tidak peduli antara anggota keluarga satu dengan yang lainnya.

Sahabat sekalian, semangat motivasi akan muncul ketika kondisi emosi kita dalam keadaan baik (good mood). Kondisi emosi kita sangat dipengaruhi oleh lingkungan kita, Oleh karena itu kita harus bisa menjaga komunikasi yang baik dengan orang-orang disekitar lingkungan kita. Memahami komunikasi yang baik adalah tugas kita agar bisa menumbuhkan motivasi diantara anggota keluarga. Pertama, komunikasi yang baik adalah komunikasi yang mengarahkan kepada kegembiraan. Bisa dilakukan sambil senyum, tertawa, becanda dan lain sebagainya. Kita juga harus bisa melihat timing yang pas ketika akan membicarakan hal yang serius.

Kedua, kita juga harus pandai-pandai dalam memilih kata-kata. Usahakan ketika berkomunikasi hal-hal yang keluar dari ucapan kita adalah kata-kata yang baik. Misalnya saat anak kita melakukan kesalahan, kita tidak serta merta mengeluarkan kata-kata negatif kepada anak kita. Justru disaat seperti itulah kita saat yang tepat untuk memotivasi dia agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Ketiga, peran penting kita adalah memberikan arah dan dukungan bagi setiap anggota keluarga. Hindari kesan melarang pada anak. Terkadang Larangan bisa mengurangi kadar motivasi seseorang. Sekali lagi peran komunikasi diperlukan disini, kita harus panda-pandi meramu kata-kata dalam berkumunikasi agar tidak terkesan kita melarang sesuatu yang tidak kita setujui, yakni dengan mengarahkan mereka. Lalu, berikanlah dukungan jika ada anggota keluarga yang melakukan hal yang kita setujui. Karena dukungan akan meningkatkan kadar motivasi seseorang.

Yang ketiga ialah berikan arahan dan dukungan. Hindari kesan melarang, terutama kepada anak-anak. Larangan bisa mengurangi motivasi seseorang, maka kita harus pandai meramu cara berkomunikasi agar tidak terkesan melarang sesuatu yang kita tidak setujui, yaitu dengan mengarahkan. Sementara dukungan akan memberikan tambahan motivasi bagi seseorang, oleh karena itu, jika kebutulan setuju dengan apa yang dilakukan oleh salah satu keluarga kita, maka berikanlah dukungan.

Seringkali orang tua yang bermaksud menasihati anaknya, malah mendemotivasi. Sebagai contoh, saat anak mengemukakan cita-citanya, misalnya ingin menjadi seorang guru. Kita langsung bicara:

“Kamu itu tidak sabaran, tidak cocok menjadi guru!”

Apa kira-kira yang dirasakan oleh anak kita? Semangat dia bisa menjadi drop, dia bisa kehilangan motivasi, bukan saja untuk menjadi guru, tetapi untuk menjadi yang lainnya. Mengapa? Karena motivasinya untuk berprestasi sudah hilang.

Cobalah dialog lebih dalam sebelum Anda memberi vonis, tanyakan mengapa ingin menjadi guru? Apakah dia merasa cocok mejadi guru? Dan berbagai pertanyaan lainnya yang menggali sehingga kita bisa mempertimbangkan. Bisa saja kita yang salah, sebenarnya anak kita sangat cocok mejadi guru, hanya saja kita yang kurang memahami anak kita. Jika memang dia tidak cocok menjadi guru, atau cita-citanya ke arah yang tidak baik, cobalah bicara dengan jalan yang mengarahkan sehingga seolah-olah keputusan yang diambil adalah pendapat dia sendiri.

Refrensi : motivasi-islam(dot)com