info@edubuku.com 0882-164-35325
Belajar Bisnis Dari Konsep Sederhana “Tahu Bulat”
19 May, 2016
0

“Tahu Bulat, digoreng, dadakan, di mobil, 500an, anget-anget …, gurih-gurih…, Enyooooiiii”

Tentu anda sudah tidak asing lagi theme song diatas, suara yang bersumber dari mobil bak terbuka menjajakan tahu bulat digoreng dadakan diatas wajan dan rasanya gurih hanya 500 rupiah saja, heemm enyoiiii. Team yang terdiri dari satu orang supir yang merangkap sebagai halo-halo dan 2 orang pemuda sebagai (chef) penggoreng dan waiter (pelayan) ini, biasanya berkeliling ke komplek perumahan atau perkampungan.

Beratapkan terpal biru mereka selalu semangat dalam menjual dan melayani customer yang datang, berpeluh keringat adalah hal yang biasa mereka rasakan karena teriknya matahari belum lagi ditambah dengan panasnya wajan yang berapi-api. Keringat inilah yang menjadikan tahu bulat semakin gurih sampai saat ini. Gurih bukan karena keringatnya sebagai bahan penyedap lho ya, tapi gurih karena semangat jualnya hehehe.

Mari kita nyanyikan sekali lagi “Tahu Bulat, digoreng, dadakan, dimobil, 500an, anget-anget …, gurih-gurih…, Enyooooiiii”. Nice, hehehe. Mungkin sebagian orang merasa geli dengan intonasi seperti itu yang notabene terdengar monoton dan naik turun.

Tetapi tidak bagi saya, kenapa? Karena menurut saya tagline yang mereka miliki sangat unik dan sederhana, dimana setiap orang yang mendengar akan langsung menyimpan dalam memorinya, dan gatal membicarakannya dari mulut ke mulut.
Mengapa unik dan sederhana? Ketika pengusaha kuliner memeras otak mencari tagline yang menggelitik, pencipta hymne tahu bulat ini memilih kembali ke selera asal yaitu kesederhanaan teks. Ketika pebisnis kuliner memakai merek aneh-aneh, keinggris-inggrisan hingga nama-nama berbau mistis/hantu-hatuan, tahu bulat tampil apa adanya dan percaya diri sebagai “tahu bulat” saja.

Sekarang kita berbicara ke konsep bisnis (business concept), ada beberapa bagian-bagiannya seperti Unique Selling Proposition, Ide Dasar, Business Positioning, Diferensiasi, Oportunity, sampai Visi dan Misi.
Tahu bulat sebagai contohnya. Walaupun sederhana dan bukan termasuk bisnis kelas atas, tapi tahu bulat sudah memiliki konsepnya. Dalam konsep bisnis, anda menunjukan konsep-konsep yang akan dijalankan dalam bisnis anda baik kepada karyawan, orang lain seperti calon mitra, calon investor, dan sebagainya. Berikut ini penjelasan dari bagian-bagiannya :

1. Unique Selling Proposition
Jenis usaha yang kita pilih mempunyai keunikan bila dibandingkan dengan kompetitor lain dan mempunyai peluang usaha yang lebih besar. Tahu bulat sudah mempunyai itu, dimana tagline andalan mereka yang unik, sederhana dan mampu masuk ke memori bagi setiap orang yang mendengarnya.

2. Ide Dasar
Carilah ide dasar yang menarik untuk usaha anda. Contoh mungkin saat ini sudah banyak usaha gorengan, tahu sumedang, gehu, tahu joget, dsb. Melihat itu semua sang pencetus tahu bulat kemudian menciptakan yang namanya “Tahu Bulat”.

3. Business Positioning
Dalam berbisnis, anda juga perlu memposisikan bisnis untuk pasar atau konsumen tertentu. Contoh dalam hal ini tahu bulat menjajakan produknya berkeliling komplek perumahan, perkampungan, sekolah, universitas, hingga perkantoran. Targetnya adalah masyarakat umum dengan harga yang terjangkau yaitu 500 rupiah.

4. Diferensiasi (Berbeda dari yang lain)
Usaha anda sebaiknya memiliki perbedaan untuk dibandingkan dengan usaha lain atau bahkan usaha sejenis. Diferensiasi yang dilakukan tahu bulat adalah menjual tahu bulat, cara penjualannya dengan berkeliling, dan mempunyai tagline yang unik.

5. Opportunity (peluang)
Dalam hal ini anda menunjukan kepada calon mitra / investor bahwa usaha anda memiliki peluang yang sangat besar, baik untuk skala kota, nasional, bahkan untuk diekspor. Anda juga menunjukan bahwa usaha anda memiliki peluang untuk jangka pendek, jangka menengah, atau jangka panjang.

6. Visi dan Misi
Dalam membangun usaha haruslah mempunyai visi dan misi yang jelas. Bisa dengan merumuskan dari pertanyaan-pertanyaan seperti berikut:

– Jenis usaha apa yang anda inginkan?
– Apa yang berbeda dari konsep paling mendasar bisnis kecil anda?
– Bisnis ini bergerak dibidang apa?
– Bisnis ini termasuk jalur produksi atau distribusi?
– Apa yang paling menguntungkan dari posisi bisnis anda di pasar?
– Bagaimana kemungkinan perkembangan dan perubahannya?
– Dan sebagainya

Dalam artikel ini mengapa saya membahas tahu bulat sebagai contohnya? Mengapa tidak perusahaan besar atau jenis usaha lainnya? Ya karena memang inilah yang terjadi, sudah tidak asing lagi usaha kuliner yang satu ini. Terbukti sudah menjadi tranding topic tahu bulat ini. Bahkan sudah banyak yang membuat lagu tentang tahu bulat.

Jangan dilihat dari kecil atau besarnya, tapi belajarlah dari konsep dan strategi yang dimilikinya. Walaupun bisnis dengan tampilan yang sederhana dan seadanya tapi tahu bulat ini sukses menemukan penikmatnya. Sekali lagi berkat taktik “Tahu Bulat, digoreng, dadakan, dimobil, 500an, anget-anget …, gurih-gurih…, Enyooooiiii” hehehe ^_^

Ada filosofi seperti ini “kopi yang baik akan menemukan penikmatnya”. Nah sekarang giliran anda, temukan penikmat produk anda!

Anda mau dapat pahala kan?
Jangan lupa share ke teman-teman anda supaya salah satu bisnis lokal ini bisa mendunia ^_^