info@edubuku.com 0882-164-35325
Tak Perlu Khawatir Tidak Kebagian Rizki, Berbisnislah di Jalan Allah SWT!
31 May, 2016
0

Berbicara mengenai rizki, dari mana asalnya rizki? Tentu kita semua sudah sepakat bahwa rizki bersumber dari Allah SWT. Apapun bentuknya rizki merupakan hak preogratif Allah kepada siapa akan diberikan, seberapa banyak diberikan dan dengan cara apa diberikan, semua terserah oleh Allah semata.

Salah satu upaya kita mencari rizki adalah dengan berbisnis, tapi perlu kita ingat bahwa bisnis bukanlah sumber kita mengeruk uang dan keuntungan. Kembali lagi semua terserah Allah. Bisnis hanya merupakan salah satu jalan untuk mendatangkan rizki.

Uang contohnya..

Uang datang bukan dari bisnis kita yang melaju pesat, tetapi uang datang karena Allah “sedang berkehendak” untuk mendatangkannya lewat bisnis yang sedang kita upayakan ini. Sebaliknya jika Allah tidak sedang berkehendak untuk mendatangkan rizki-Nya lewat bisnis kita, maka sebagus apapun manajemen bisnis kita, sebagus apapun produk kita, dan sebesar apapun bisnis kita, tetapi jika Allah belum berkehendak untuk mendatangkan rizki-Nya hal tersebut hanya keniscayaan.

Lantas bagaimana kita bisa merayu Allah SWT untuk menurunkan rizki kepada kita?

Tentu saja kita harus menurut dengan aturan aturan Allah, berbisnislah di jalan Allah.
Ibaratnya kita sebagai anak yang merengek ingin dibelikan mainan kepada orang tua, tentu orang tua kita akan berkata, kamu harus jadi anak yang baik dan nurut dengan kedua orang tua terlebih dahulu.

Apakah ini pernah anda alami?

Anda seorang pengusaha tapi akhirnya menyerah karena bisnis yang anda kelola gagal. Padahal sudah berbagai macam bisnis anda jalani, tapi semuanya masih gagal. What wrong?
Ini adalah salah satu kenyataan bahwa anda gagal karena kurang menata keadaan batinnya, terutama batin kepada Allah.

Oke mungkin anda sudah memiliki tujuan hidup, sasaran, target, dan bahkan sudah berusaha keras menggapainya tapi masih saja gagal. Mengapa gagal? Mungkin karena anda kurang mengkoreksi diri sendiri tapi malah melemparkan kesalahan kepada orang lain.

Sekarang anda bertanya pada diri anda sendiri, apa kesalahan yang dilakukan dalam menjalankan bisnis?
Silahkan anda berkaca dan bertanya siapa diri kita ini? Kepada siapa kita meminta bantuan disaat sudah tidak ada lagi orang yang dapat memberikan solusi, ketika anda sudah benar-benar menyerah dan sudah tidak berdaya lagi?

Sekarang anda sudah tahu jawabannya!

Ada hal yang menarik ketika mempelajari para pemimpin bisnis, ditemukan adanya satu kesamaan yang mendasar yaitu kental akan sisi spiritual terlepas apapun agamanya. Dapat terlihat dari filosofi di dalam menjalankan bisnis serta dari kebijaan keputusan yang diambilnya. Ternyata mereka memiliki kesamaan, yaitu memiliki kecerdasan spiritual yang luar biasa.

Silahkan anda coba dalami bahwa kecerdasan spiritual / spiritual quontiet (SQ) lah yang mampu memberikan ketenangan tertinggi, bukan IQ (kecerdasan intelektual) ataupun EQ (kecerdasan emosional). Ketika anda mulai pasrah dan merasa sudah tidak berdaya lagi menanggapi masalah, justru saat itulah kecerdasan spiritual akan mengambil peranan penting. SQ dengan leluasa memberikan ketenangan secara fantastis sehingga fungsi IQ dan EQ akan stabil dan berfungsi normal kembali.

Majalah Fortune dalam artikel 7 CEOs with Notably Devout Religious Beliefs pada salah satu edisinya menyajikan profil 7 eksekutif yang secara terbuka mengakui menjalankan prinsip-prinsip iman dan agama di tempat kerja. Asal anda tahu saja bahwa mereka ini bukan eksekutif sembarangan, perusahaan yang mereka pimpin masuk dalam daftar Fortune 500. Walaupun mereka dari berbagai latar belakang agama yang berbeda, tetapi mempunyai kesamaan yaitu mereka diinspirasi dari spiritualitas, baik di dalam maupun di luar ruangan kerjanya.

Berikut ini nama nama dari CEO tersebut:
1. Indra Nooyi (CEO Pepsi co)
2. Donnie Smith (CEO Tyson Foods)
3. Daniel P. Amos (CEO Aflac Inc)
4. Pierre Omidyar, (mantan CEO Ebay)
5. Arne M. Sorenson (CEO Marriot International)
6. Brian K. Bedford (CEO Republic Airways Holding Inc)

Sumber : http://fortune.com/2014/11/11/7-ceos-with-notably-devout-religious-beliefs/

Ini semua bukti!

Bahwa kecerdasan spiritual yang mumpuni akan membawa diri ke dalam tingkatan yang lebih dahsyat lagi. Selanjutnya baru menyeimbangkan dengan kecerdasan lainnya supaya memiliki fungsi yang saling berperan, untuk dioptimalkan kepada Allah SWT.

Kemudian timbul pertanyaan seperti ini..

Sudah banyak ibadah dan banyak sedekah, tapi bisnis kok masih seret?

Pertama, saat anda beribadah apakah tujuan anda dalam ibadah tersebut sudah sesuai? Jangan jadikan ibadah hanya sebatas kewajiban saja dan berharap imbalannya. Tetapi jadikan ibadah itu menjadi kenikmatan dan kebutuhan anda, secara tidak sadar anda melakukannya dengan ikhlas dan insyallah rejeki anda akan mengalir.
Kedua, dalam berbisnis itu ada aturannya, apa itu? Tentu saja bisnis harus sesuai dengan syariat Islam.
Sekarang coba anda lihat apakah bisnis anda sudah sesuai dengan syariat Islam? Apakah bisnis anda masih mengandung unsur riba? Apakah aktivitas bisnis anda sudah sesuai syariat? Seperti aspek strategi bisnis, aspek pemasaran, aspek teknis dan teknologi, aspek organisasi dan manajemen, aspek ekonomi dan keuangan, apakah sudah sesuai dengan syariat islam?

Mengapa bisnis harus sesuai dengan syariat?

Inilah kunci keberkahan yang menentukan. Syariat adalah peraturan Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat Muslim, tujuannya adalah untuk kebaikan. Jadi jika bisnis anda sudah sesuai dengan syariat sudah tentu bisnis anda pasti baik dan berkah.

Halal haram bukan hanya dari kandungan materi produknya saja namun juga dari proses, sumber, dan organisasinya. Maka dari itu dalam berbisnis prinsipnya adalah Hulu sampai Hilir haruslah Halal.
Kenapa saya bisa menulis artikel ini?

Seorang praktisi bisnis dan berpengalaman bernama Agung N Susanto, belum lama merilis sebuah buku Jurus Jitu Membangun Bisnis Berkah Omset Milyaran. Yang dalam buku tersebut banyak sekali membahas tentang bisnis, mulai dari Great System, Great team, sampai Great Strategy.

Tapi yang paling membuat saya kagum dan merasa buku ini powerfull adalah
Buku ini tidak hanya membahas sisi bisnis konvesional saja, tapi juga membahas bisnis yang sesuai dengan syariah. Yang jarang sekali ditemukan di buku bisnis lainnya.

Sangat komplit sekali yang intinya membangun bisnis auto pilot diracik dan diseimbangkan dengan bisnis sesuai syariat berkah dunia akhirat.

Semoga notes yang sederhana ini bisa sedikit membantu bagi yang membutuhkan informasi. Jangan Lupa, selalu beli yang dibutuhkan, bukan sekedar diinginkan, atau hanya karna ikut-ikutan.

Salam Sukses Mulia.