info@edubuku.com 0882-164-35325
Hakikat Kejujuran
6 August, 2016
0

public_speakingKetika mewawancarai calon staff diantara pertanyaan yang sering saya lontarkan adalah “Apa arti kejujuran?” jawabnya bermacam-macam, ada yang menjawab “Keselarasan antara perkataan dan perbuatan”.  Ada juga “sampaikan apa adanya”.

Sebenarnya makna kejujuran bermacam-macam , diantaranya :
Pertama : Jujur dalam perkataan. Setiap perkataan tidak berbicara kecuali dengan jujur. Jujur pada level ini adalah bentuk kejujuran yang paling jelas dan paling mudah dikenali.

Kedua : Jujur dalam niat dan keinginan. Ini terkait dengan rasa ikhlas. Apabila amalnya tercampuri oleh sebagian ambisi jiwa (terhadap dunia), maka kejujuran niatnya batal, bisa jadi dia dusta. Contohnya di depan terlihat baik, ramah, menyanjung, ternyata di belakang menjelek-jelekan.

Ketiga : Jujur dalam tekad dan jujur untuk memenuhinya. Misalnya seseorang mengatakan, “Bila Allah memberiku harta, maka aku akan menyedekahkan seluruhnya”. Ini adalah tekad yang bisa jadi jujur namun bisa juga tidak. Jiwa mudah berjanji, karena ia memang tidak sulit bila hakikat-hakikat terwujud, tekad terbuka dan hawa nafsu tidak menguasai.

Keempat: Jujur dalam amal perbuatan, yaitu antara batin dan lahirnya sama, sehingga amal-amal lahirnya sama dengan batinnya. Contoh tidak jujur Ketika ditanya “kamu hendak kemana?” jawabannya akan ke tempat A, faktanya ke tempat B.

Kelima: Jujur dalam kedudukan-kedudukan agama. Ini adalah derajat tertinggi , seperti jujur dalam takut dan berharap , zuhûd dan ridha, cinta & tawakkal kepada Allah SWT. Karena perkara ini memiliki dasar pijakan, memiliki tujuan yang jelas juga hakikat yang jelas. Oarang jujur yagn sebenarnya adalah orang yang meraih hakikatnya. Contohnya tidak mengambil yang bukan haknya/ mencuri, amanah, tidak berghibah, dll.

“Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke Neraka. Dan jika seseorg senantiasa berdusta & memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai pendusta” HR.Bukhâri

Sesungguhnya 1000 pembenaran tak kan hapus sebuah kebohongan.  Kalau Pak Haji bilang dalam kartun Sopo Jarwo “Semakin ente bela diri semakin keliatan salah”

 

Oleh :

Agung Nugroho Susanto
Penulis Buku Jurus Jitu Membangun Bisnis Berkah Omset Milyaran