info@edubuku.com 0882-164-35325
Lepas Dari Riba dengan Tekad Kuat, Doa dan Usaha
28 September, 2016
0

FreedomBismillah

Sahabat sekalian, masih banyaknya saudara yang terjebak riba tanpa tahu solusi, saya tergerak pengin cerita, mudah-mudahan bisa diambil manfaat…
_______________________________________
Pada tahun 2000, saya dan suami buka toko material bahan bangunan dengan modal 70 jt, dan toko milik pribadi..waktu itu harga semen msh 17rb (sekarang 65rb).
Alhamdulillah toko langsung rame pembeli, sehingga kami bisa menabung beli rumah dan berangkat haji..
(Th 2004, daftar haji 8 bulan sebelum bulan Dzulhijjah, bisa langsung berangkat, tidak seperti sekarang, mengantri gara-gara talangan haji/riba)

Pada tahun 2004, untuk penambahan modal, kami ajukan kredit 200jt ke bank.. sebelumnya kami datang ke Beberapa Bank.. tapi tidak di-ACC.. terakhir barulah ada salah satu BANK yang menyetujui kredit ini dengan kontrak 2th, bunga flat 1,5% (3jt/bln). Jadi bayar pokoknya diakhir yaitu tahun 2006. Jaminannya surat tanah milik pribadi plus pinjam sertifikat tanah ortu.

Sebelum dana cair, harus keluar uang dulu 3jt untuk pembayaran asuransi, provisi, notaris, kertas dll..

Bisa dihitung bunganya…
3jt x 24 bulan = 72 jt + 3jt (asuransi dll) = 75 juta !!!

Ternyata, pas jatuh tempo kami belum bisa bayar. Akhirnya hutang diperpanjang kontraknya..dan..tentu saja harus bayar asuransi lagi 3jt di notaris.. dengan bunga yang sama seperti dulu.

Disanalah kami banyak berpikir, apa manfaatnya uang pinjaman ini? Kami juga ga bisa menabung, laba jualan buat bayar bunga.
Kalau pun bisa beli mobil pribadi, itu pun kredit..dit..dit..dit..

Alhamdulillah ‘ala kulli hal, mulailah kami ikut kajian-kajian, sedikit demi sedikit mengerti riba dan bahayanya.
Kami bertekad untuk bisa membayar lunas hutang 200jt ini dengan target di akhir tahun 2008 lunas.
Banyak berdo’a, meminta pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Setiap bulan,sambil mengatur stok barang, ada uang berapapun, 10 jt.. 5jt.. 2jt.. langsung setor. Tidak mengapa berkurang barang, yang penting tekad bayar hutang!!

Dalam waktu 18 bulan hutang lunas berikut bunganya.
Rasanya ???
Plong luar biasa…alhamdulillah.

Langkah kedua, jual mobil pribadi, hasilnya dibayarkan ke leasing..

Ga punya mobil?? Ga apa.. masih ada mobil bak angkutan.
Setelah lunas semua.. mulailah kami bisa menabung lagi, beli mobil lagi, bekas tapi cash..ngga dit.. dit..
Hidup lebih tenang, toko bisa libur, bisa hadiri kajian, santai.. tidak seperti dulu dikejar-kejar setoran.

Sekarang barang stok mengambil dari kredit sales-sales, tempo 1 bulan. Akadnya jelas hutang piutang barang.
Kalau toko sedang sepi, ambil barang sedikit, kalau kira-kira toko mau ramai panen, ambil barang banyak. Begitu saja seterusnya.

Sudah 3 tahun ini, petugas dari BANK, belum koperasi atau apalah, datang menawarkan hutang. Tidak tanggung-tanggung, menawarkan sampai angka M M. Begitulah gambaran sekarang, mudah sekali pinjam uang, ditawari. Dulu mau pinjam saja susah sekali. Tapi kami tolak; SAY NO TO RIBA!

Di saat toko lain berlomba-lomba jualan dengan barang dan harga yang kompetitif, kami berusaha untuk qonaah saja. Kapok, apalagi membayangkan perhitungan nanti di akhirat.

Pertolongan Allah Subhanahu WaTa’ala amat dekat, kami yakin itu, ada saja kemudahan-kemudahan rezeki.
Saat ini ada dua orang saudara yang menaruh modal, kerjasama jualan keramik.
Dibelikan keramik, ketika sudah terjual semua barulah bagi hasil, begitu seterusnya.

______________________________________
Demikian, semoga bermanfaat.
Bagi yang masih terlilit riba, bertekadlah yang kuat, do’a dan usaha, terus menerus, insya Allah bisa.
Baarokallahu fiikum.

#ModalTanpaRiba
#YukHijrahBisnis

Sumber: Riba Crisis Center
Follow IG : yukhijrahbisnis
Like Page : Bisnis Syariah
Join Grup : Yuk Hijrah Bisnis