info@edubuku.com 0882-164-35325
Bisnis
Membaca BUKU !!!
2 May, 2017
0

“Jika engkau ingin mengenal dunia, maka membacalah”
Dan disini, sangat memprihatinkan sekali minat baca masyarakat indonesia, hanya sekitar 0,001, itu artinya hanya 1 banding 1.000 masyarakat indonesia yang masih punya minat baca tinggi. –data ini berdasarkan hasil survei UNESCO pada 2011 lalu, semoga tahun ini meningkat.
Jika kita mau berkaca pada sejarah, majunya peradaban islam adalah berkat kaum muslim yang sangat suka membaca. Berkat kegemaranya membaca, kaum muslim tergerak untuk melakukan sebuah eksplorasi serta obeservasi tentang sesuatu yang ia dapat dari buku tersebut. Maka tak heran, dari sini bermunculan-lah para ilmuwan islam seperti; Ibnu Sina, Ar Razi, Abbas Ibnu Firnas, Al Haitsami, Al Birruni, Al Khawarizmi dan masih banyak lagi ilmuwan-ilmuwan muslim yang terbentuk dari kegemarannya dalam membaca.
Terkadang, kita sendiri yang mungkin masih malas atau tidak mau membaca suka ‘memusuhi’ buku. Lihat buku tebal dikit, sudah ‘ogah’ untuk membacanya. Jangankan yang tebal, jika permusuhan kita antara buku sudah semakin akut, lihat buku tipis saja sudah alergi. Menjauh dan tidak mau melihat buku lagi. Inilah yang terkadang terjadi pada kita masyarakat indonesia, khususnya kaum muslimin, berat untuk membaca.
Inilah kesalahan yang mungkin sepele, tapi sangat berpengaruh besar bagi kehidupan, yaitu meninggalkan budaya membaca buku. Yang perlu dan patut untuk kita ketahui adalah, membaca buku itu bukan hanya dapat membuat kita mengenal dunia serta mendapatkan ilmu, tapi dengan membaca buku kita juga membentuk pola fikir dan juga sikap terhadap sesuatu. Dan bukan hanya itu, dengan gemar membaca, ia dapat memfasihkan perkataan kita pada orang lain. Pembicaraan kita jadi runut dan terarah. Itulah sebabnya, perbedaan seseorang dapat dilihat dari sering atau tidaknya ia dalam membaca buku.
Laporkan iklan?
“Jika kita mau cerdas maka banyak-banyaklah membaca”
Pun jika kita mau mengkaji Al-qur’an, ayat yang pertama kali turun kemuka bumi adalah perintah untuk membaca. Sebagaimana firman Allah yang tertuang dalam Al-qur’an surat Al-Alaq.
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan.
Lalu sampai sini, apa yang membuat kita masih malas, enggan, berat untuk membaca? Jika Allah saja sudah perintahkan pada kita; Bacalah! Mengapa kita masih menutup mata bahkan memalingkan muka dari buku yang justru memberikan banyak manfaat pada kita. Ingat, buku adalah jendela ilmu, dan kunci untuk mendapatkannya ialah dengan membaca.
“Teman terbaik saat senggang adalah Buku”
Tidak ada kata lain pada diri kita saat ini, selain menjadikan buku sebagai teman saat senggang. Ah, bukan saat senggang saja, tapi kita harus menyediakan waktu terbaik untuk membaca buku dalam meningkatkan kecerdasan serta intelegensia kita. Setidaknya, dengan me-nyeringkan baca buku ini, sedikit manfaat yang dapat dipetik adalah; Kita Jadi Mengerti. Pun, jika kita mau membangun keluarga hingga peradaban yang cemerlang. Mulailah dari membaca.
Tidak perlu saya utarakan lagi manfaat dalam membaca karena satu-satunya yang pasti akan anda dapatkan adalah ilmu yang pasti bermanfaat. Ingat, tidaklah sama antara orang yang berilmu dan juga tidak, Allah akan mengangkat derajat orang yang berilmu. Jika ingin ilmu dan derajatnya bertambah, maka membacalah.
“Siapapun yang terhibur dengan buku-buku” ucap Ali bin Abi Thalib “kebahagiaan tak akan sirna dari dirinya.”
Yuk, gencarkan dan tingkatkan membaca bukunya