info@edubuku.com 0882-164-35325
Bisnis
Cegah Kondisi Burnout Karyawan
14 June, 2017
0

Istilah burnout awal mula dikenalkan oleh Freudenberg, seorang ahli psikologi klinis pada tahun 1974.
Orang yang mudah terkena burnout adalah karyawan yang mempunyai kinerja berprestasi . Saking bersemangatnya, mereka pikir bisa melakukan apapun pekerjaan dengan sempurna. Tapi masalahnya, manusia mempunyai keterbatasan, mereka bukan robot.
Mengapa bisa terjadi burnout ?
Seperti yang kita jelaskan tadi diatas, burnout terjadi karena adanya sebuah tekanan yang disebabkan beberapa hal, dan tergantung pada situasi orang tersebut. Bisa jadi di tempat kerja, misalnya;
1. Ketidakamanan kerja.
2. Kurangnya timbal balik dari atasan, menyebabkan kegelisahan dan ketidakpastian.
3. Berselisih dengan karyawan lain.
4. Merasa tidak dihargai hasil kerjanya.
5. Tidak merasa seperti bagian dari tim.
Bagaimana jika atasan melihat karyawannya mengalami burnout?
Sebagai atasan tentu paham betul waktu awal-awal merekrut tim. Dulu Anda bisa menemukan karyawan yang mempunyai etos kerja tinggi dan supel. Namun, tiba-tiba sekarang berubah bukan seperti yang Anda harapkan lagi.
Tetapi sebelum menginjak terlalu jauh dari semua itu, ada tanda-tanda dini yang perlu Anda ketahui dari karyawan Anda. Diantaranya:
1. Kelelahan fisik mereka karena apakah karena faktor cuaca, karena sakit atau beban kerja berlebih?
2. Emosi labil dan lebih mudah marah, apakah karena faktor bawaan atau karena ada permasalahan pekerjaan?
3. Sinisme, selalu berkeluh kesah dengan keadaannya.
4. Produktivitas menurun.
5. Komunikasi jelek dengan sesama tim.
Dan banyak lagi cara mengidentfikasi keadaan karyawan Anda sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Bagaimana Anda Mengatasi Karyawan yang Terjangkit Burnout?
Setelah itu, yang Anda lakukan adalah ajak karyawan Anda duduk bersama dan temukan letak masalahnya dengan memberi pertanyaan dari hati ke hati dan bukan mengintimidasi. Misal;
1. Apakah permasalahan yang sekarang terjadi menyangkut beban kerja mereka?
2. Apakah mereka bingung dan cemas tentang kinerja mereka?
3. Apakah ada kaitannya dengan kehidupan pribadi mereka?
4. Atau jika memang ada masalah, apakah faktor lelah saja?
Setelah itu, mulailah dengan obrolan yang memberi solusi terbaik untuk karyawan Anda.
Percayalah; Karyawan Anda akan sangat menghargai dukungan dan kepedulian Anda.
Tentu kita berharap karyawan tidak mengalami burnout akut dan depresi berkepanjangan. Coba lakukan dibawah ini
1. Jangan terlalu berlebihan membebani karyawan Anda:
• – Tetapkan target kerja yang masuk akal.
• – Berikan uang lembur ketika melebihi jam kerja. Dan buat mereka nyaman saat kerja.
• – Beri kelonggaran pada karyawan jika benar-benar capek agar beristarahat secukupnya.
Kita semua harus tahu, bahwa karyawan yang mengalami tekanan berlebihan membuatnya tidak bahagia dan kurang produktif.
2. Dukung mereka
Kenali staf Anda dan dukung mereka. Hal ini membuat tim Anda merasa lebih dihargai. Jika tidak, Anda tidak akan tahu kapan masalah potensial ini muncul!
Seorang manajer hebat akan menjadi orang pertama yang memperhatikan adanya perubahan moral atau produktivitas di kantor, yang berarti mereka juga bisa mengatasi masalah dengan cepat.
3. Mendorong hubungan tim yang lebih baik
Siapa sih yang ingin terjebak di kantor dengan orang yang tidak mereka sukai?
Sebagai atasan, Anda harus mendorong karyawan Anda untuk bersosialisasi, membangun persahabatan dengan dan saling mendukung satu sama lain. Coba dengan cara dibawah ini:
• – Mengadakan acara gathering untuk mengikat kebahagiaan bersama dalam sebuah perusahaan.
• – Jangan sungkan ajak makan bersama, apalagi ketika tim sudah sukses mencapai target kerja.
• Rapat bulanan untuk melakukan evaluasi. Bisa Anda gabungkan dengan acara makan bersama.
• Jangan pilih kasih dengan mengistimewakan seseorang dihadapan tim Anda. Ini bertujuan memperkecil potensi hasad diantara mereka.
Nah, jika Anda membangun rasa komunitas dan persahabatan, tim Anda akan lebih bahagia dan akan bertahan lama.
4. Latih mereka dengan benar.
Tidak ada yang lebih membuat frustasi daripada kacanya tugas pekerjaan. Apalagi jika karyawan benar-benar menguasai sepenuhnya tugas tersebut.
Kembali evaluasi kemampuan karyawan Anda, kalau perlu di upgrade. Hal ini tidak hanya akan membuat mereka lebih produktif tapi juga akan membantu mereka merasa dihargai (mengetahui bahwa Anda bersedia memberi amanah padanya).
5. Beri mereka alat yang mereka butuhkan.
Carikan alat lain yang bisa membantu mempercepat beban kerja karyawan Anda, mengurangi tekanan dan mengurangi burnout?
6. Menghargai karyawan Anda.
Penting banget! Berilah gaji yang layak untuk mereka. Dan jangan biasakan telat tanggal pembayaran. Jika tidak, mereka akan merasa benar-benar tidak dihargai. Kekesalan mereka akan berbuntut pada situasi yang tidak mengenakkan dalam sebuah perusahaan.
Dan jangan sungkan mengucapkan “terima kasih” atau “selamat” jika telah melakukan pekerjaan dengan baik. Komunikasi sederhana ini benar-benar akan meningkatkan semangat dan produktivitas di kantor Anda dan membuat orang merasa lebih bahagia selama ini.
7. Jangan pernah mentoleransi intimidasi dan pelecehan
Jika Anda membiarkan bullying, bergosip, intimidasi dan pelecehan di kantor Anda, perusahaan benar-benar dalam masalah.
Jangan sampai hal negatif semacam ini merusak suasana tim Anda. Coba gunakan tips no. 3. Namun jika ada 1 orang troublemaker yg susah diatur, maka Anda wajib mengorbankannya dengan memberikan PHK. Daripada seluruh tim Anda hancur, lebih baik mengorbankan 1 orang yang tidak berguna.